Viral! Antrean Makan Bergizi Gratis di SMK Kebumen Berujung Aksi Duel Mencekam, Korban Diseret ke Lahan Kosong, Ini Kronologinya

AKURAT BANTEN– Lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman untuk menuntut ilmu mendadak berubah menjadi arena kekerasan yang mencekam.
Sebuah insiden perundungan (bullying) yang melibatkan siswa di salah satu SMK swasta di Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, kini menyita perhatian publik setelah video aksi kekerasan tersebut viral di media sosial.
Mirisnya, tindak kekerasan ini terjadi di tengah program pemerintah yang seharusnya memberikan dampak positif bagi siswa.
Kronologi: Antrean Makan Berujung Petaka
Kejadian yang berlangsung pada Jumat, 7 Agustus 2026, sekitar pukul 10.00 WIB itu bermula dari situasi yang seharusnya tertib.
Saat para siswa tengah mengikuti kegiatan belajar mengajar dan mengantre untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), korban tiba-tiba ditarik paksa oleh oknum kakak kelasnya.
Bukan di ruang kelas, korban diseret keluar dari antrean menuju lahan kosong di belakang gedung sekolah.
Di lokasi yang jauh dari jangkauan pengawasan guru tersebut, korban dipaksa untuk meladeni duel.
Rekaman video yang beredar luas memperlihatkan korban mengenakan seragam pramuka, sementara terduga pelaku yang tidak mengenakan baju tampak dominan melakukan aksi hantam dan bantingan.
Korban saat sedang mengantre Makan Bergizi Gratis (MBG) justru diseret keluar dari antrean menuju lahan kosong di belakang sekolah untuk dipaksa berduel. Ini adalah bentuk kekerasan yang tidak bisa ditoleransi di lingkungan pendidikan, ujar kuasa hukum korban, HD Sriyanto.
Kasus Naik ke Meja Polisi: Mediasi Temui Jalan Buntu
Polres Kebumen melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim kini telah turun tangan.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan intensif setelah menerima laporan resmi.
"Polres Kebumen telah melakukan langkah-langkah penyelidikan dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang berkaitan, termasuk memeriksa korban, pelapor, dan saksi," ujar Putu dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).
Langkah hukum ini terpaksa diambil oleh keluarga korban setelah upaya mediasi yang melibatkan pihak sekolah dan keluarga terduga pelaku tidak membuahkan hasil yang diharapkan.
Keluarga korban kini menuntut agar aparat penegak hukum mengusut tuntas insiden tersebut agar ada efek jera.
Baca Juga: Sayembara Ijazah Gibran Rp250 Juta Bikin Geger, PSI Sebut Dokumen Sudah Ditunjukkan
Pilu Sang Ibu: 'Sekolah Harus Jadi Tempat Aman'
Ibu korban, berinisial SU, tak kuasa menyembunyikan kekecewaannya.
Anaknya kini harus menanggung trauma fisik dan psikis.
Korban mengeluhkan sakit hebat pada bagian kepala dan perut, disertai bekas lebam di sekujur tubuh akibat aksi kekerasan tersebut.
Bagi keluarga, menempuh jalur hukum adalah satu-satunya jalan untuk memperjuangkan keadilan bagi sang anak sekaligus pengingat bagi pihak sekolah.
Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi siswa untuk belajar dan mendapatkan perlindungan. Karena itu, kami meminta seluruh pihak terkait mengambil langkah tegas untuk mencegah terulangnya kasus kekerasan terhadap pelajar di Kebumen, tegas SU.
Saat ini, terduga pelaku yang masih berstatus pelajar dan berusia di bawah umur telah dibawa ke Polres Kebumen untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kasus ini kini menjadi sorotan tajam, menjadi pengingat bagi institusi pendidikan di tanah air akan krusialnya pengawasan ketat, terutama saat kegiatan di luar kelas.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana






